Informasi Wisata

Tradisi saat Chuseok

Chuseok adalah salah satu hari besar di Korea selain Seollal dan Dano. Di hari ini, para anggota keluarga akan berkumpul, makan bersama, berbagi cerita, dan melakukan doa pada leluhur untuk menyampaikan rasa syukur telah diberi panen yang baik. Chuseok juga dikenal sebagai Hangawi dilakukan saat bulan purnama penuh. Nah, ada beberapa tradisi yang biasa dilakukan di hari Chuseok ini.

 

 

Charye (Ritual penghormatan terhadap leluhur)


f0c3acf25edb2898d724917bc93cdbaf_1443417

Di pagi hari saat Chuseok, para anggota keluarga berkumpul di rumah untuk melakukan ritual penghormatan terhadap para leluhur (disebut Charye). Charye secara resmi diadakan dua kali dalam setahun, saat Seollal (tahun baru kalender Lunar) dan Chuseok. Perbedaan kedua ritual ini adalah saat Seollal, makanan yang dipersembahkan kebanyakan tteokguk, sup kue beras, sedangkan saat Chuseok makanan persembahan didominasi beras yang baru dipanen, shindoju, dan songpyeon (kue beras). Setelah ritual, para anggota keluarga duduk bersama di satu meja dan menikmati hidangan.

 

 

Beolcho (membersihkan rumput liar di permakaman) dan Seongmyo (mengunjungi makam leluhur)


f0c3acf25edb2898d724917bc93cdbaf_1443417

Mengunjungi makam para leluhur saat Chuseok dikenal dengan sebutan Seongmyo. Selama kunjungan ini, para anggota keluarga mencabut rumput liar yang tumbuh di sekitar permakaman pada musim panas, kegiatan ini dinamakan Beolcho. Tradisi ini dianggap sebagai sebuah tugas dan wujud penghormatan terhadap keluarganya. Saat akhir minggu, selama satu bulan sebelum hari Chuseok, jalan-jalan Korea mejadi ramai karena pada anggota keluarga mengunjungi makam para leluhur sebagai wujud penghormatan keluarga. Mereka juga kembali mengunjungi malam di Hari Chuseok.

 

 

Ssireum (gulat Korea)


f0c3acf25edb2898d724917bc93cdbaf_1443417
 

Selama pertandingan, dua orang kompetitor saling berhadapan di tengah arena berpasik dan berusaha mengeluarkan lawannya dari arena dengan menggunakan kekuatan dan kemampuan. Pegulat paling akhir yang berhasil bertahan di pertandingan ini akan dinobatkan sebagai pria tertangguh di daerah penyelenggaranya, mendapat hadiah kapas, beras, atau seekor anak sapi.

 

 

Ganggangsullae (tarian melingkar Korea)

 

f0c3acf25edb2898d724917bc93cdbaf_1443417
 

Di tarian ini, para wanita berpakaian Hanbok (pakaian tradisional Korea) saling berpegangan tangan membuat lingkaran dan menyanyi bersama di malam saat bulan purnama atau pada malam Chuseok. Ada banyak kisah di balik asal mua tarian ini. Salah satu kisah yang paling dikenal, tarian ini dilakukan di era Dinasti Joseon (1392-1910) saat para wanita muda diminta berpakaian tentara dan bergerak melingkar mengitari pegunungan agar tentara Korea terlihat banyak dari jumlah yang sebenarnya. Kemenangan pun berhasil diraih dengan taktik menakut-nakuti ini.

 

 

Chuseokbim (pakaian chuseok)


f0c3acf25edb2898d724917bc93cdbaf_1443417
 

Bim mengacu pada arti mempercantik diri sendiri dengan pakaian baru untuk hari raya atau pesta. Secara garis besar, ada dua jenis bims: seolbim dan chuseokbim. Dulu, orang-orang mempercantik diri dengan pakaian tradisional Korea, hanbok, tapi saat ini orang-orang melakukannya dengan pakaian ala Barat atau bahkan tidak menyiapkan bim sama sekali. 

Comments

Kategori
Previous Next
페이스북에 공유 트위터에 공유 구글플러스에 공유 카카오스토리에 공유 네이버밴드에 공유